Prediksi Piala Dunia Piala Dunia Qatar Tidak Mungkin Diselenggarakan Di Musim Panas

Piala Dunia Qatar Tidak Mungkin Diselenggarakan Di Musim Panas Prediksi Piala Dunia – Presiden Football Association (FA) Greg Dyke berkata bahwa turnamen Piala Dunia yang akan di selenggarakan di Qatar pada tahun 2022 dianggap ‘tidak memungkinkan’ apabila di gelar pada musim panas.

Dyke, yang baru ditunjuk bulan lalu untuk menjabat Presiden FA, berpikir bahwa turnamen tersebut sebaiknya di pindahkan ke musim dingin karena permasalahan cuaca negara penyelenggara.

Pihak Liga Primer menentang adanya perubahan tanggal penyelaran, sementara David Bernstein, predesesor Dyke, mengatakan bahwa perpindahan penyelenggaraan di luar bulan Juni akan merusak struktur banyak kompetisi liga secara fundamental.

Akan tetapi komite Piala Dunia Qatar berkata bahwa pihaknya siap untuk menyelenggarakan turnamen pada musim panas.

“Meskipun seluruh stadion akan menggunakan air-conditioner, saya rasa hal ini tetap tidak dapat di wujudkan terutama dari segi penonton” Dyke berkata.

Silahkan anda mencoba pergi kesana dan melihat ke sekeliling dengan cuaca sepanas itu. Jadi, saya rasa ini tidak memungkinkan.

“Posisi saya dan saya memperkirakan posisi FA, akan mengatakan: ‘Anda tidak bisa menyelenggarakannya pada musim panas.”

The Qatar 2022 Supreme Committee told BBC Sport in a statement: “It was the right decision to award the World Cup to the Middle East for the first time in 2022.

Pihak Qater 2022 Supreme Committee mengatakan kepada BBC Sport dalam sebuah pernyataan: “Ini merupakan keputusan yang tepat untuk memberikan hadiah penyelenggaraan Piala Dunia kepada Timur Tengah untuk pertama kalinya pada 2022.

“Kami sudah siap untuk menyelenggarakannya baik musim panas ataupun musim dingin. Kami selalu mengatakan bahwa isu seperti ini membutuhkan persetujuan lebih dahulu dari komunitas sepakbola secara internasional.

“Keputusan untuk mengubah waktu penyelenggaraan pada FIFA World Cup 2022 tidak akan berdampak pada perencanaan infrastruktur kami.”

Pihak Liga Primer merasa terkejut dan kecewa dengan komentar Dyke, dan terlihat bahwa pihak Liga Primer akan dipaksa untuk mengikuti harapan FA tersebut.

Ketua-Eksekutif Liga Primer, Richard Scudamore, berkata pada bulan lalu bahwa memindahkan Piala Dunia Qatar ke musim depan akan berdampak chaos pada seluruh liga sepakbola di dunia.

Organisasinya mempercayai bahwa perubahan yang terjadi akan memberikan dampak pada tiga musim liga domestik menjelang turnamen, terutama musim 2011-12, menyebabkan proses deal yng sudah terjadi dengan para broadcaster dan kontrak pemain harus diatur ulang secara masif.

Qatar ditunjuk sebagai penyelenggara pada tahun 2022, setelah pada tahun 2010 Qatar mengalahkan Korea Selatan, Jepang, Australia dan Amerika Serikat dalam proses penawaran sebagai tuan rumah.

Adapun bid yang di hasilkan terdapat unsur korupsi di dalamnya, meskipun pihak penyelenggara selalu menekankan bahwa mereka tidak melakukan hal curang dalam proses tender.

Suhu di Timur Tengah dapat mencapai 50 derajat celcius pada musim panas, dan sekjen FIFA Jerome Valcke mengakui pada bulan Maret lalu bahwa terdapat kemungkinan untuk memindahkan waktu penyelenggaraan.

Presiden FIFA Sepp Blatter mengatakan dalam bulan Mei bahwa tidak masuk diakal apabila seorang pemain harus bertanding pada cuaca seperti itu.

Sebelum mundur dari jabatannya sebagai presiden FA, Bernstein mengatakan bahwa sebaiknya tidak perlu ada perubahan.

“Penawaran yang diajukan adalah untuk menyelenggarakan Piala Dunia pada bulan Juni dan Juli, maka perubahan yang akan dilakukan pada musim dingin akan memberikan dampak secara fundamental” Bernstein berkata.

“Apabila ada pihak-pihak yang menginginkan penyelanggaraan di lakukan pada musim dingin, maka mereka harus membuat penawaran pada basis tersebut.”

Dyke, meskipun mempercayai bahwa perpindahaan waktu untuk penyelenggaraan nampaknya akan sulit, namun mencurigai bahwa akan ada komentar resmi akan hasil yang akan dicapai.

Pria berusia 66 tahun tersebut, yang mengunjungi Qatar Juni lalu, menambahkan: “FIFA hanya memiliki dua pilihan. Mereka bisa memindahkan waktu penyelenggaraan atau memindahkan tempat penyelenggaraan. Saya mencurigai bahwa hasil akhir dari permasalahan tersebut akan berbau kontroversial. Saya pikir hal seperti ini harusnya sudah di antisipasi sejak 2010 silam.

“Saya mengerti reaksi yang datang dari Liga Primer yang tidak mengingkan hal tersebut, jadi tentu saya memiliki simpati saya untuk mereka.

“Kami tidak memiliki sebuah pilihan untuk memainkan laga di musim. Akan tetapi sejauh ini pandangan saya masih begitu, antara memindahkan waktu atau tempat penyelenggaraan.”