Pasar Taruhan Derby Della Capitale Lazio vs AS Roma

Pasar Taruhan Derby Della Capitale Lazio vs AS RomaPasar Taruhan – Banyak fans sepakbola yang tidak familier dengan sepakbola Italia bila ditanya, akan menunjuk derby Inter vs AC Milan sebagai derby tersengit di Serie A.  Mereka salah. Tidak ada derby yang mengalahkan Lazio vs AS Roma dalam hal harga diri, semangat juang, dan kadang sisi kekerasannya juga. Tidak ada satupun di Italia dan mungkin sekali juga tidak ada di Eropa.

Associazone Sportiva Roma didirikan pada 22 Juli 1927, dengan menyatukan tiga dari empat klub besar yang bermarkas di Roma – Roman, Alba-Audace, dan Fortitudo. Penyatuan ini diperintahkan oleh petinggi rezim fasis saat itu, sekretaris Partai Fasis Nasional Italo Foschi, sebagai usaha untuk melawan dominasi klub-klub dari wilayah utara Italia.  Satu-satunya klub besar kota Roma yang melakukan resistensi terhadap merger itu adalah Societa Sportiva Lazio, berkat intervensi Jenderal Vaccaro, anggota klub dan eksekutif dari Federasi Sepakbola Italia. Lazio tetap menjadi entitas yang berbeda, dan dari saat itulah rivalitas ini dimulai.

Derby ini menjadi medan peperangan untuk menentukan, siapa klub terbaik di kota Roma. Para fans saling membenci satu sama lain, namun “membenci” tampaknya kata yang terlalu mengerdilkan masalah. Berbagai insiden kekerasan mewarnai sejarah Derby della Capitale, menunjukkan betapa panas dan emosionalnya derby ini. Seorang fan Lazio, Vincenzo Paparelli, di derby musim 1979-80 meninggal karena tembakan flare gun yang mengenai matanya, tembakan itu dilepaskan dari Curva Sud. Paparelli menjadi orang pertama di Italia yang meninggal karena kekerasan yang berhubungan dengan sepakbola – Pasar Taruhan.

Aroma politik juga ikut mewarnai derby ini, dengan fans Lazio beberapa kali memasang banner rasis dalam laga dan menggunakan Swastika sebagai simbol. Sebagian kecil fans Lazio juga menunjukkan dukungan mereka kepada penjahat perang  Serbia pada tahun 2000. Pada tahun 2005 pemain Lazio Paolo Di Canio memberikan salam fasis setelah laga. Ultras dari kedua klub sebenarnya berideologi sayap kanan, menjelaskan kenapa pada beberapa laga fans Roma juga ikut memasang spanduk rasis.

Salah satu laga derby della capitale terbaik dari sisi permainan adalah baru-baru ini pada tahun 1998, dan penuh kontroversi. Laga ini merupakan laga teramat penting bagi Roma yang telah kalah dalam empat laga derby terakhir dan butuh menang untuk mencegah tifosi mereka semakin dilecehkan fans lawan yang menang. Roma sempat unggul di babak pertama sebelum disamakan Roberto Mancini dan Mancio kembali mencetak gol, membuat Lazio unggul. Penalti di babak kedua memperbesar keunggulan Lazio 3-1, sebelum Roma melakukan comeback hebat dengan dua gol dalam sepuluh menit terakhir. Bahkan Roma juga sempat mencetak gol lagi namun dianulir karena offside – Pasar Taruhan.

Pada musim 1998/1999 Lazio, yang pada satu waktu memuncaki klasemen dengan selisih tujuh poin dari peringkat kedua, dipukul Roma 3-1, mengecilkan asa mereka menjadi juara. Kekalahan derby ini terbukti penting dengan kekalahan mereka merebutkan scudetto dengan Milan hanya selisih satu poin.

Pada bulan Maret 2002 ada laga yang akan selalu diingat dengan Roma menginjak-injak Lazio dengan skor telak 5-1. AS Roma besutan Fabio Capello unggul cepat dan tidak terkejar sama sekali, dengan Vincenzo Montella mencetak empat gol bagi klubnya. Dua rekor tercipta dalam laga ini. Skor 5-1 merupakan kekalahan terbesar Lazio sebagai tuan rumah di Derby della Capitale. Quat-trick Montella mencatatkan namanya sebagai satu-satunya pemain di dunia yang berhasil mencetak empat gol dalam sebuah laga derby – Pasar Taruhan.

Derby bulan Maret 2004 sempat dihentikan empat menit setelah babak kedua dimulai, karena ada rumor meninggalnya anak kecil pendukung salah satu tim karena mobil polisi di luar stadion. Waktu itu derby dihentikan karena kekhawatiran adanya kekerasan lanjutan dalam upaya balas dendam. Rumor itu kemudian dibuktikan salah. Memang ada anak yang cedera karena terkena gas air mata yang digunakan polisi, dan tim medis menutupinya dengan kain putih untuk menyaring gas itu. Sepertinya fans yang melihatnya salah mengartikannya dengan mayat – Pasar Taruhan.

Meskipun pihak kepolisian sudah berusaha meluruskan rumor itu dengan speaker di seluruh stadion, tiga orang ultras Roma berlari ke lapangan dan bicara dengan kapten Roma Francesco Totti, yang lalu meminta pertandingan dihentikan. Setelah laga itu ada bentrok antara para fan dan polisi di jalanan sekitar stadion dan sempat terjadi kebakaran. Di akhir insiden itu lebih dari 170 polisi dan banyak sekali tifosi cedera.

Kekerasan dalam derby della capitale sepertinya tidak akan berkurang dan meskipun derby ini dilaksanakan dengan niat baik demi harga diri, selalu ada oknum yang menodainya. Kematian suporter, kerusuhan, atau rasisme memang menjadi bumbu derby Roma yang selalu ada – Pasar Taruhan.

Ditulis oleh Artikel Piala Dunia Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://artikelpialadunia.com/pasar-taruhan-derby-della-capitale-lazio-vs-as-roma/ Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.