Marc Wilmots Peringatkan Kevin De Bruyne Tentang Posisinya Di Timnas

Marc Wilmots Peringatkan Kevin De Bruyne Tentang Posisinya Di Timnas

Marc Wilmots Peringatkan Kevin De Bruyne Tentang Posisinya Di Timnas – Pelatih Belgia Marc Wilmots mulai memperhitungkan kekuatan skuadnya untuk Piala dunia 2014 mendatang. Salah satu pemain yang memiliki prospek cukup cerah adalah Kevin de Bruyne, namun sang pelatih mengingatkannya untuk segera pindah tim bila ingin mengamankan masa depannya di tingkat internasional.

Walau Marc Wilmots menaruh rasa hormat yang mendalam kepada pelatih Jose Mourinho, namun tetap saja ia harus memperhatikan pemain harapan masa depan negaranya, Kevin De Bruyne, yang berpeluang untuk menjadi bintang pada Piala Dunia 2014 di Brasil.

Setidaknya ini merupakan modal bagi Belgia, di mana mereka memiliki empat pemain yang berkarir di Stamford Bridge – De Bruyne, Eden Hazard, Romelu Lukaku dan Thibaut Courtois.

 Namun dari keempat nama tersebut hanya De Bruyne yang sedikit bermasalah, mengingat Hazard sudah mulai memperoleh kepercayaan dari pelatih berkebangsaan Portugal itu, walau Courtois dan Lukaku, dipinjamkan ke klub lain dan menjadi pemain reguler.

Sementara Lukaku dan Courtois sangat menikmati karirnya di Everton dan Atletico Madrid, De Bruyne justru mengalami nasib pahit. Jabatannya di Chelsea seakan-akan mulai menjauh dari tim utama. Dalam beberapa pekan terakhir, sang gelandang mencoba untuk keluar dari Stamford Bridge, di mana Spanyol dan Jerman menjadi salah satu tempat pelabuhan karir berikutnya.

Dalam wawancaranya dengan media, Wilmots menegaskan bahwa De Bruyne, sebagaimana bek Arsenal Thomas Vermaelen, harus mulai mempertimbangkan posisinya dalam hitungan waktu di klubnya, demi mengamankan kans dan posisinya untuk Piala Dunia 2014 mendatang. Wilmots juga coba meluruskan kalau ia hanya memiliki opini ini dan tidak menentang Mourinho.

 Ketika ditanyakan apakah pelatih berkebangsaan Portugal itu memperoleh keuntungan dari pemain tim nasional Belgia, Wilmots menjawab: “Mourinho sama sekali tidak mengambil keuntungan sama sekali. Ia memiliki empat pemain Belgia di klub itu, namun hanya Eden Hazard yang bermain. De Bruyne hanya duduk manis di bangku cadangan dan dua yang lain dipinjamkan.

“Mourinho membutuhkan kesuksesan itu, dan sama halnya dengan pelatih lain sama halnya seperti saya. Kami semua pelatih memiliki sikap dan saling menghormati.”

Wilmots menyadari bahwa dalam kurun waktu enam bulan ke depan, setiap pertandingan pemain-pemainnya harus tampil reguler di masing-masing klub, agar bisa mengamankan pos nya di skuad Piala Dunia.

“Pemain-pemain itu tentu menjadi penting, karena tergabung dalam tim nasional,” lanjut Wilmots. “Salah satu kesuksesan di sana ada di klub besar, kami tidak akan mengeluh untuk itu untuk saat ini. Kini baru memasuki bulan Desember. Masih ada Januari dan kemudian bursa transfer, selanjutnya Maret dan April. Seluruh pemain harus mengetahui tekanan itu. Ini bukan hanya kualitas, melainkan latih tanding yang dibutuhkan untuk mengatur ritme.

“Anda tidak memiliki waktu yang cukup banyak dengan tim nasional, oleh karena itu mengapa pemilihan pemain begitu penting. Namun saya bertanya: ‘Apakah ada masalah?’ Kami tidak memilikinya untuk saat ini. Karena kami telah kualifikasi ke Piala Dunia dengan sempurna.”

Banyak pihak menganggap Belgia sebagai salah satu tim kuda hitam untuk ajang empat tahunan, kendati Wilmots tidak menyetujui hal tersebut.

“Tim yang difavoritkan adalah Brasil dan Argentina,” lanjut Wilmots. “Saya juga menaruh perhatian kepada Cili dan Kolombia, dan Spanyol serta Jerman dari Eropa. Kami memiliki generasi yang lebih baik, namun kami belum sepenuhnya siap. Namun kami ingin menerapkan permainan sepakbola yang baik.”