Berita Piala Dunia Tim Garuda Seharusnya Memakai Gaya Garuda

Tim Garuda Seharusnya Memakai Gaya GarudaBerita Piala Dunia – Julukan tim nasional sepakbola Indonesia adalah ‘Tim Garuda’. Julukan yang sangat agung bagi siapapun yang mendengarnya karena, dalam mitologi Hindu dan Buddha, Garuda adalah raja para burung. Garuda adalah sebuah simbol tentang energi kreatif, tentang kekuatan serta tentang kejayaan. Itulah harapan yang disematkan kepada tim nasional sepakbola Indonesia. Sebuah tim yang kreatif, kuat dan berjaya.

Namun, nampaknya Garuda ini sekarang sedang tertidur bahkan sangat lelap. Ia dikalahkan oleh ,tim gajah putih, Thailand, kemudian keok di tangan Singapura serta kesulitan mengalahkan tim-tim sepakbola Asia Tenggara lain yang dahulu mudah dikalahkan oleh tim garuda. Sebenarnya mengapa Timnas sepakbola kita sekarang semakin lemah ? jawabannya satu : “Kehilangan gaya permainan”

Jika dulu, gaya bermain kita adalah pola permainan bola pendek, merapat cepat dengan formasi 3-5-2.  Dan gaya itu sempat memperoleh kejayaan di SeaGames 1989 dengan merebut medali emas, kemudian saya yang waktu itu masih kelas 4 SD, melihat sebuah permainan timnas Indonesia menyerang cepat merapat dengan bola-bola pendek saat Piala Asia 1996 bahkan menghasilkan sebuah gol indah yang akan terus saya ingat sampai sekarang, gol indah dari Widodo Cahyono Putra – Berita Piala Dunia.

Tetapi sekarang, seiring berjalannya waktu dan banyaknya pergantian pelatih, timnas kita mengalami kehilangan identitas. Mari kita analogikan timnas dengan seorang manusia yang kehilangan identitas dirinya. Seseorang yang kehilangan identitas akan meniru siapapun atau apapun yang menurutnya bagus dan baik agar dia juga bisa menjadi bagus dan baik. Tetapi, hasil yang terjadi justru sebaliknya alih-alih menjadi baik orang tersebut justru akan menjadi buruk. Itulah timnas. Ingin meniru Total Football Belanda, didatangkanlah pelatih Belanda, ingin seperti kick and rush Inggris dikontraklah pelatih asal Inggris, ingin memakai disiplin ketat ala Panser Jerman dipakailah metode Jerman. Hasilnya seperti yang sudah kita ketahui timnas gagal total.

Padahal, kita tidak usah meniru semua metode negara di atas. Kita tinggal hanya perlu memikirkan ulang menyatukan timnas yang berpotensi besar ini. Lihat, kita punya anak-anak garuda Sumatra yang rancak bana, para anak garuda dari Jawa yang mempunyai tarian gemulai untuk menggiring bola, sampai bibit garuda “pembawa mutiara hitam” dari tanah Papua. Kalau kebudayaan nasional adalah puncak kebudayaan daerah, seharusnya timnas adalah puncak gaya permainan dari klub-klub Liga Indonesia – Berita Piala Dunia.

Kalau tadi masih dalam tataran normatif, selanjutnya adalah usulan langkah kongkrit dari penulis yang harus dilakukan PSSI khususnya dan masyarakat pencinta sepakbola umumnya untuk menemukan kembali gaya permainan kita, izinkan saya menyebutnya : “gaya garuda”. Pertama, mendukung terus pembinaan para pemain sepakbola muda. Kedua, menciptakan iklim Liga Indonesia yang kompetitif dari mulai divisi terbawah sampai divisi teratas. Ketiga, tingkatkan standarisasi pelatih nasional. Keempat, berikan penghargaan kepada para pemain timnas yang bertanding, jangan dihujat ketika kalah pakailah metode saran yang positif. Kelima, tidak terlalu cepat memecat/mengganti pelatih. Hasilnya memang tidak akan terlihat dalam setahun atau dua tahun ini namun, saya yakin jika ini dilakukan bahkan dalam sepuluh atau dua puluh tahun mendatang, timnas kita mempunyai sebuah gaya garuda dan bisa menjadi raja Asia Tenggara, raja Asia bahkan raja dunia, layaknya Garuda yang merupakan raja para burung – Berita Piala Dunia.

Ditulis oleh Artikel Piala Dunia Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://artikelpialadunia.com/berita-piala-dunia-tim-garuda-seharusnya-memakai-gaya-garuda/ Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.