Berita Piala Dunia Blunder Terkenal Sepanjang Masa

Berita Piala Dunia Blunder Terkenal Sepanjang MasaBerita Piala Dunia Musim 2005/2006 berlangsung dengan aneh bagi Arsenal. Tahun tersebut adalah musim terakhir mereka berada di Highbury sebelum berpindah dengan biaya yang sangat besar ke stadion Emirates. Musim tersebut mereka menggunakan kostum dengan warna merah maroon dan menanggalkan kostum merah yang selama ini menjadi cirri khas mereka. dan dalam pertandingan ini, untuk pertama kalinya sejak ditangani Arsene Wenger, mereka terpaksa mengakui keunggulan Tottenham. Saat itu mereka juga memperebutkan posisi keempat Liga Inggris dengan Tottenham Hotspurs yang masih dilatih oleh Martin Jol. Pertarungan mereka memperebutkan tempat keempat di Liga Inggris berlangsung dengan ketat hingga pertandingan terakhir, sama seperti musim lalu.

Musim itu adalah saat yang aneh bagi Arsenal, yang sedang mengalami masa-masa penurunan the Invincibles serta ketidakmampuan untuk bersaing dengan Chelsea, tim yang mendadak kuat setelah digelontori uang dengan jumlah ratusan juta pounds milik Roman Abramovich. The Gunners memang mengalahkan Manchester United dalam adu penalti di final Piala FA 2005, tapi mereka sangat kesulitan mengejar Chelsea di liga, bahkan mereka mengakhiri musim sebelumnya dengan 12 poin dibelakang timnya Jose Mourinho. Musim itu juga ditandai dengan kegagalan Arsenal untuk mencari pengganti Patrick Vieira yang hijrah ke Juventus, kepindahan tersebut memastikan jika Arsenal tak akan mampu bersaing memperebutkan title liga Inggris. Saat Chelsea memenangi laga dengan skor dua gol tanpa balas di Highbury pertengahan Desember, Arsenal berada di tempat kedelapan, lima poin di belakang Tottenham – Berita Piala Dunia.

Kondisi yang menyedihkan tersebut masih diperparah dengan cederanya pemain di sektor pertahanan. Ashley Cole kehilangan banyak pertandingan musim itu, dan pemain muda yang disiapkan menjadi cadangannya, Gael Clichy juga cedera. Ketika Arsenal kalah dari Everton 1-0 bulan Januari, Kerrea Gilbert membuat debutnya dalam posisi bek kanan, sedangkan Lauren bermain diluar posisi aslinya, dia bermain sebagai bek sayap kiri. Sementara absennya Kolo Toure membuat Sol Campbell berpartner dengan Phillipe Senderos, pemain muda yang memiliki wajah gugup dalam tiap pertandingan. Seminggu setelahnya, Senderos dan Campbell yang berusia 31 tahun, sama-sama melakukan kesalahan saat Jason Roberts mencetak gol di menit-menit akhir pertandingan, gol yang membawa Wigan melaju di final Carling Cup – Berita Piala Dunia

Kondisi Arsenal selanjutnya juga tak berlangsung dengan baik saat West Ham tiba di Highbury hari Rabu malam, the Gunners mempercayakan pertahanan mereka pada Gilbert – Djorou – Campbell – Senderos : formasi pertahanan Arsenal paling tidak terkenal.

Kendati demikian, Arsenal masih memiliki Dennis Bergkamp, Thierry Henry dan Robert Pires, dan West Ham mengalami tekanan hebat sepanjang menit awal pertandingan. Tapi semuanya berlangsung aneh beberapa saat kemudian. Setelah 25 menit berada dalam tekanan, Matthew Etherington mengirimkan umpan pada Nigel Reo-Coker, yang jalurnya sudah diblok oleh Campbell. Jadi semuanya sudah dalam control, atau setidaknya menurut kita keadaan sudah dikontrol. Dalam satu momen yng langkah dan konyol, Reo-Coker bisa mendribble bola melewati Campbell – terpana seperti orang linglung karena perhatiannya teralihkan balon yang terbang dilapangan – dia bergerak dengan pelan melewati pemain timnas Inggris. Reo Coker kemudian melanjutkan dribelnya dan kemudian memberi West Ham keunggulan. Balon tersebut mungkin adalah penjelasan mengapa Campbell bisa dengan mudah dilewati oleh Reo-Coker. Tujuh menit kemudian, Paul Konchesky melambungkan bola melampaui pertahanan Arsenal. Campbell bersiap menyambutnya dan dia melihat Zamora masih berada diposisi yang jauh dengan bola, tapi dia bisa diterobos dengan mudah oleh striker West Ham, gol kedua yang menggandakan keunggulan West Ham. Kesalahan pertama? Masih bisa dimaafkan, tapi kesalahan kedua dalam waktu tujuh menit? Sesuatu harus dilakukan untuk menyelamatkan Arsenal. Perubahan di belakang harus dilakukan, dibabak kedua Sebastian Larsson menggantikan Campbell dan defender timnas Inggris itu bahkan tak menonton akhir dari pertandingan. Kebetulan pertandingan itu adalah kekalahan terakhir Arsenal di Highburry – Berita Piala Dunia.

“Dia merasa bersalah,” kata Wenger. “Saya menggantinya karena saya merasa mentalnya sudah runtuh untuk melanjutkan pertandingan. Saya mengenal dia lebih baik dari siapapun secara personal. Kita selalu menginginkan pemain untuk bertahan di lapangan, tapi ada sebuah kondisi diluar yang tiba-tiba terjadi. Dia tidak sengaja menampilkan performa tersebut, tapi mentalnya sangat buruk pada pertandingan itu. Kepercayaan dirinya tak berada dalam kondisi maksimal.”

Campbell menghilang dihari berikutnya dan dia dikabarkan sedang depresi, rumor mulai berkembang dan menyatakan keburukan tentang dia. Tapi Campbell juga mengakui keraguannya atas performa tersebut. “Terkadang kau akan berpikir, bagaimana bisa kekonyolan tersebut terjadi?” komentarnya pada the guardian beberapa bulan selanjutnya. “Hubungan antara badan saya dengan bola, serta penempatan posisi di lapangan, sentuhan dan timing, berlangsung sangat tidak baik – Berita Piala Dunia.

Ditulis oleh Artikel Piala Dunia Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Apabila anda hendak mengutip, baik itu seluruh atau sebagian dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://artikelpialadunia.com/berita-piala-dunia-blunder-terkenal-sepanjang-masa/ Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.