Agen Bola Kembali Populernya Formasi 3 Bek

3defender1Agen Bola – Kembalinya formasi 3 bek di jantung pertahanan selama dua musim terakhir semakin menguatkan kembali urgensi dari penggunaan satu pemain ekstra dibelakang duet bek tengah. Ide dari formasi 3 bek lahir pertama kali pada tahun 90an, mengikuti kesuksesan Jerman Barat dan timnas Argentina racikan Carlos Bilardo di Piala Dunia 1990 serta keberhasilan lanjutan timnas Jerman di Euro 1996. Bahkan pemain terbaik dalam Euro 1996, Matthias Sammer adalah seorang sweeper dalam formasi 3-4-1-2 milik Jerman.

Dalam sistem pertahanan tersebut, ‘the spare man’ dibutuhkan untuk mengkover area dibelakang duet bek tengah, pemain ini juga memiliki kebebasan untuk maju ke depan saat menyerang. Dia dapat menjadi tambahan tenaga di lini tengah.

Selama Piala Dunia 1990, Bobby Robson merubah formasi Inggris ke 3-5-2, menginstruksikan Mark Wright sebagai sweeper. Hal ini dilakukan karena masalah yang dialami timnas Inggris di Euro 1988 dengan empat bek sejajar, karena itulah Robson memasang bek tambahan selama Piala Dunia 1990 – Agen Bola.

“Saya memutuskan untuk bermain dengan sweeper untuk mengkover tim saat menghadapi Jerman dan Belanda,” ujarnya saat diwawancarai Four Four Two.

Tim besar yang sukses menggunakan formasi 3 bek adalah Chili dibawah pimpinan Marcelo Bielsa. Dalam Euro 2012, Cesare Prandelli memulai turnamen dengan formasi 3-5-2. Awalnya Prandelli mematenkan formasi 4-3-3 dalam persiapan menuju turnamen empat tahunan tersebut, kemudian dia merubah menjadi 4-3-1-2, tapi karena skandal yang menyeret Dominico Criscito, Prandelliu mengubah ke formasi 3-5-2. Formasi tersebut menempatkan Daniele De Rossi sebagai bek tengah didampingi dengan Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci – Agen Bola.

Barcelona di akhir era Pep Guardiola juga menggunakan sistem ini. alasan untuk menggunakan formasi ini jelas. Bangkitnya formasi 4312 terutama di Italia, membuat tiga pemain di belakang dapat menjadi jalan terbaik bagi tim untuk menutup celah di tengah pertahanan. Formasi ini juga sebagai reaksi atas perkembangan terbaru dari formasi 433 dan 4231, dengan hanya satu striker, tapi sangat mengandalkan serangan dari inverted winger yang tak melulu berada di lebar lapangan. Jumlah tiga pemain di lini belakang sangat ampuh untuk menghadang tim dengan tiga gelandang serang dan satu striker tengah.

Ruang yang terbuka di sayap, yang dapat dieksploitasi oleh fullback lawan dapat dikover hanya oleh satu pemain, yakni wing back dalam formasi 3-5-2 atau 3-4-3. Sementara di sisi lain, bila wingback dalam formasi 352 dapat menekan winger lawan dengan sukses, dia dapat menghadirkan masalah serius bagi lawan. hal ini dapat terjadi karena lawan yang menggunakan formasi 433 atau 4231 memiliki winger yang tak diintruksikan untuk membantu pertahanan. Dan formasi 343 atau 352 tak membutuhkan seorang winger dengan teknik murni dan eksplosif, formasi tersebut hanya membutuhkan wingback yang atletis yang bisa bertahan dan menyerang sama bagusnya – Agen Bola.

Menimbulkan sebuah pertanyaan juga : memainkan tiga pemain di garis pertahanan adalah cara yang tak lazim digunakan untuk menghadapi pertahanan 4 bek sejajar. Beberapa tim yang berhasil menggunakan sistem tiga bek sejajar adalah Juventus, Glasgow Rangers dan Napoli.

Semua tim yang disebutkan sebenarnya adalah tim yang dikembangkan melalui sistem pertahanan 4 bek. Jadi tidak semua sistem tiga bek yang diterapkan oleh tim-tim tersebut sama. Tiga bek tengah Napoli dapat menjadi empat bek sejajar saat bola berada di sayap dan bergerak sebagai fullback dalam formasi empat bek sejajar, ini dilakukan untuk membuat skuad lebih mudah dalam pergerakan menyerang – Agen Bola.

Meski semua tim yang disebutkan tadi adalah tim juara, formasi tiga bek sejajar masih dapat digunakan oleh tim yang tak bisa memainkan sepakbola dengan teknik dan kualitas yang lebih baik dari lawannya. Bermain dengan tiga bek adalah jalan yang baik untuk bertahan melawan tim yang mengandalkan teknik dan serangan balik dahsyat. Bermain dengan tiga bek sejajar dan dapat menjadi lima bek saat fase bertahan adalah cara Italia yang bisa meredam Spanyol dua kali, di Euro 2012 dan Piala Konfederasi lalu.

Ditulis oleh Artikel Piala Dunia Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://artikelpialadunia.com/agen-bola-kembali-populernya-formasi-3-bek/ Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.